Mengenang dan Kirim Doa




MENGENANG & KIRIM DO'A KEPADA ALMH. IBU HAJJAH BUDI IRIANTI

Sehari Penuh dengan Al-Qur’an, Doa, Santunan, dan Keteladanan 

LAWANG, 12 OKTOBER 2026— Masjid Budi Irianti Polsek Lawang menjadi tempat terselenggaranya rangkaian kegiatan mengenang kebaikan almarhummah Ibu Hajjah Budi Irianti, sosok perempuan dermawan yang semasa hidupnya dikenal gemar bersedekah, senantiasa berbagi, dan memiliki kepedulian besar terhadap sesama.

Nama beliau diabadikan sebagai nama Masjid Budi Irianti di Kecamatan Lawang, sebuah pengingat bahwa kebaikan yang dilakukan dengan tulus dapat meninggalkan jejak dan manfaat bagi banyak orang, bahkan setelah seseorang berpulang ke hadirat Allah SWT.

Rangkaian kegiatan ini tidak sekadar menjadi momentum kirim doa, tetapi juga menjadi sarana mengenang keteladanan almarhummah sekaligus mengajak masyarakat untuk meneruskan semangat berbagi dan menebarkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Khataman Al-Qur’an dan Ziarah Makam

Kegiatan diawali dengan khataman Al-Qur’an di Masjid Budi Irianti. Lantunan ayat-ayat suci menjadi pembuka rangkaian acara yang dipenuhi suasana khidmat dan penuh harapan akan limpahan rahmat serta ampunan Allah SWT bagi almarhummah.

Acara kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam Ibu Hajjah Budi Irianti bersama suami beliau, Abah Haji Siswanto beserta keluarga, keluarga besar Polsek Lawang, takmir masjid, serta penasihat masjid, KH Muhammad Farkhan.

Di makam, para peserta bersama-sama membaca Surah Yasin dan tahlil, dilanjutkan dengan tausiyah singkat mengenai pentingnya memperbanyak amal kebaikan selama hidup. Dalam tausiyah tersebut ditekankan bahwa kehidupan manusia pada akhirnya akan berakhir, tetapi nilai kebaikan, sedekah, dan manfaat yang ditinggalkan dapat terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi orang lain.

Doa bersama dipimpin oleh KH Muhammad Farkhan, dengan harapan semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhummah, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.


















Berbagi Ceria Bersama Anak Yatim dan Piatu

Memasuki sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan acara Berbagi Ceria Bersama Adik-Adik Yatim dan Piatu. Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan yang diawali dengan pembacaan Maulid Diba’ bersama jamaah Sholawat Azzahro.

Lantunan selawat kepada Nabi Muhammad SAW menghadirkan suasana religius sekaligus mempererat tali silaturahmi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagi dan memberikan santunan kepada adik-adik yatim dan piatu.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata dalam meneruskan semangat kedermawanan almarhummah. Senyum dan kebahagiaan anak-anak yang hadir seolah menjadi pengingat bahwa berbagi tidak harus menunggu berlebih, melainkan lahir dari hati yang ikhlas dan keinginan untuk membahagiakan sesama.

Semangat inilah yang diharapkan terus hidup di Masjid Budi Irianti, menjadikannya bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga tempat tumbuhnya kepedulian sosial dan kasih sayang kepada mereka yang membutuhkan.













Kesaksian Abah Haji Siswanto tentang Kebaikan Sang Istri

Pada malam hari, rangkaian acara dilanjutkan dengan kirim doa dan pengajian bersama Ustadzah Ulfa Saroh, M.Pd., dari Malang.

Dalam sambutan tunggalnya, Abah Haji Siswanto, suami almarhummah Ibu Hajjah Budi Irianti, mengenang sosok istri tercinta yang telah mendampinginya dalam kehidupan rumah tangga.

Dengan penuh ketulusan, Abah Siswanto menceritakan bahwa almarhummah merupakan sosok istri yang patuh, penuh perhatian, serta senantiasa memikirkan keadaan orang-orang di sekitarnya. Baginya, kebahagiaan bukan semata-mata tentang apa yang dimiliki, melainkan juga tentang apa yang dapat diberikan kepada orang lain.

Almarhummah dikenal memiliki hati yang lembut dan kepedulian yang besar terhadap sesama. Ia tidak hanya memikirkan kebutuhan keluarga, tetapi juga berusaha membantu mereka yang sedang mengalami kesulitan. Kebiasaan berbagi dan bersedekah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya, dilakukan dengan ketulusan tanpa harus menunggu pujian ataupun balasan dari manusia.

Bagi Abah Siswanto, kebaikan sang istri merupakan kenangan yang tidak ternilai. Kepergian seseorang yang dicintai memang meninggalkan kerinduan mendalam, tetapi keteladanan yang diwariskan menjadi penguat untuk terus melangkah dan melanjutkan kebaikan.

Nama Ibu Hajjah Budi Irianti yang kini diabadikan sebagai nama masjid diharapkan tidak hanya menjadi sebuah penanda, melainkan juga pengingat bagi setiap orang yang datang untuk beribadah agar senantiasa menumbuhkan keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi.


















Mauizah Hasanah: Balasan Allah bagi Perempuan yang Baik dan Berbakti kepada Suami

Acara inti berupa mauizah hasanah disampaikan oleh Ustadzah Ulfa Saroh, M.Pd., dari Malang. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah untuk merenungkan betapa berharganya kehidupan seorang perempuan yang mengisi hari-harinya dengan ketaatan kepada Allah SWT, berbuat baik kepada keluarga, serta memberikan manfaat bagi sesama.

Seorang perempuan yang menjaga keimanan, memelihara kehormatan diri, memperlakukan suaminya dengan baik, dan menjalankan tanggung jawab rumah tangga dengan penuh keikhlasan merupakan sosok yang memiliki kemuliaan dalam pandangan Islam. Bakti kepada suami dalam perkara yang baik, kasih sayang kepada keluarga, serta kesabaran menghadapi berbagai ujian kehidupan adalah bagian dari amal yang bernilai ibadah.

Ustadzah Ulfa juga mengingatkan bahwa kebaikan seorang istri tidak hanya terlihat dari kesetiaannya mendampingi suami, tetapi juga dari kelembutan tutur katanya, kepeduliannya terhadap keluarga, dan kesediaannya membantu orang lain yang membutuhkan.












Kedermawanan, sedekah, dan kepedulian sosial merupakan amal mulia yang pahalanya sangat diharapkan dari Allah SWT. Setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas, sekecil apa pun, tidak akan sia-sia di hadapan-Nya. Allah Maha Mengetahui setiap niat dan amal hamba-Nya.

Pesan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah An-Nahl ayat 97, yang menjanjikan kehidupan yang baik bagi laki-laki maupun perempuan yang beriman dan mengerjakan amal saleh.

Melalui keteladanan almarhummah Ibu Hajjah Budi Irianti, jamaah diajak memahami bahwa harta, kedudukan, dan usia pada akhirnya akan ditinggalkan. Namun, kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas dapat terus memberikan inspirasi, menumbuhkan amal saleh pada orang lain, dan menjadi jalan hadirnya doa-doa yang tulus.

Ustadzah Ulfa mengajak seluruh jamaah untuk tidak hanya mengenang orang-orang baik yang telah berpulang, tetapi juga meneruskan nilai-nilai kebaikan mereka. Bagi yang masih memiliki orang tua, hendaknya berbakti selagi ada kesempatan. Bagi pasangan suami istri, hendaknya saling menghormati, menyayangi, dan mendukung dalam ketaatan kepada Allah SWT. Sementara bagi siapa pun yang memiliki kelapangan rezeki, hendaknya menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu sesama.

Sebab, kemuliaan hidup bukan hanya diukur dari panjangnya usia atau banyaknya harta, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

Menjaga Warisan Kebaikan

Rangkaian kegiatan mengenang kebaikan almarhummah Ibu Hajjah Budi Irianti pada 12 Oktober 2026 ini menjadi pengingat bahwa cinta dan penghormatan kepada seseorang yang telah berpulang dapat diwujudkan melalui doa, sedekah, silaturahmi, serta tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama.

Dari khataman Al-Qur’an, ziarah dan tahlil, berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim dan piatu, hingga pengajian serta kirim doa, seluruh rangkaian acara membawa satu pesan utama: kebaikan yang tulus tidak berhenti ketika seseorang meninggal dunia, melainkan dapat terus hidup melalui keteladanan dan amal yang diteruskan oleh orang-orang yang ditinggalkan.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal saleh almarhummah Ibu Hajjah Budi Irianti, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, menerangi alam barzakhnya, serta menempatkannya di dalam surga-Nya.

Semoga Abah Haji Siswanto beserta keluarga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan. Semoga Masjid Budi Irianti terus menjadi pusat ibadah, dakwah, kepedulian sosial, dan ladang amal jariyah bagi semua pihak yang berkontribusi.












Mengenang kebaikan, melanjutkan kepedulian, dan menebarkan manfaat. Dari Masjid Budi Irianti Polsek Lawang, semangat berbagi semoga terus hidup sepanjang masa.


Os/mbi

Share:

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.